RUMAH TEH NDORO
DONKER
Menikmati Secangkir
Teh ala Meneer di Rumah Tuan Donker
Rumah Teh Ndoro Donker
Sejak pagi hari kota solo telah menunjukkan tanda-tanda akan
turun hujan, tapi hal tersebut tidaklah menurunkan semangat saya dan teman saya
yang bernama Febri untuk mengunjungi rumah teh yang telah sejak lama nangkring
di daftar tujuan untuk dikunjungi. Beginilah nasib seorang karyawan dengan
libur dan gaji yang pas-pasan tapi hobinya jalan-jalan, sayapun kadang tepok
jidat sendiri kalau mengingat hobi saya yang satu ini :D
Rumah teh yang terletak di Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar
Jawa Tengah ini menyuguhkan pemandangan kebun teh yang tehampar di halaman
belakang tumah Tuan Donker. Nama “ndoro” dalam bahasa jawa yang berarti “Tuan”
jadi Ndoro donker berarti tuan Donker.
Untuk mencapai rumah teh ini dari kota solo membutuhkan
waktu sekitar 1,5 jam naik motor, firasat saya yang menghantui saya sejak
sebelum berangkat benar-benar terjadi, hujan turun dengan derasnya tanpa peduli
dengan saya dan teman saya yang hanya bermodalkan sebuah sepeda motor dan tekat
yang segunung. Kamipun pontang panting mencari emperan toko untuk memakai jas
hujan, akan tetapi saya terperanjat karena orang-orang yang senasib dengan
kamipun alamak banyaknya dan berjubelan berteduh di emperan toko. Akhirnya kami
dua orang yang tidak mendapat tempat berteduh ini tergopoh-gopoh memakai jas
hujan di bawah guyuran hujan yang makin lama bukanya makin reda tapi makin
alamak derasnya, tobat!!
Dalam perjalanan saya sempat mengusulkan pada febri untuk
putar balik saja “balik aja feb, nonton filem aja yok” “gak” kata febri yang
membuat saya kagum dengan pendiriannya yang teguh dan tidak mudah menyerah
dalam memperjuangkan yang dia inginkan, berbeda dengan saya yang kadang moody,
dan akan dengan mudah menyerah jika ada halangan yang menghadang, hujan
misalnya :’D,
Suasana di Rumah Teh Ndoro Donker
Setelah perjuangan menerjang hujan dan angin ternyata
saudara-saudara di area kebun teh sama sekali tidak hujan dan terang benderang
oleh cahaya matahari. kami dua makhluk yang berpenampilan layaknya orang habis
menerjang banjir bandang hanya menganga dan mengela napas yang panjang, sangaat
panjaaang. Oke kita tinggalkan keluhan saya yang tidak ada habisnya ini dan
masuk ke dalam untuk menikmati secangkir teh,mungkin dua, atau sepoci sekalian
biar sepadan dengan perjuangan yang kami lewati hehehe
Kebun Teh di Belakang
Rumah Teh Ndoro Donker
Dari luar rumah teh ndoro donker terlihat seperti rumah kuno
dan kesan vintage benar-benar terasa saat kami memasuki halaman rumahnya,
setelah masuk ke dalam dan dengan pedenya duduk di salah satu meja, ada
mbak-mbak yang menghampiri kami dan mengatakan bahwa seluruh meja di bagian
teras belakang sudah dipesan, saya pun mengomel dalam hati, untungnya mbak-mbak
tersebut dengan segera mencarikan tempat duduk buat kami berdua, daaaann
senangnya tempat duduk kami berada tepat disamping kebun teh.
Tempat Duduk Kami Berada di Samping Kebun Teh, asikk :D
Nggak
perlu menunggu lama seorang waiter datang dan mencatat pesanan kami, daan kami
memesan sepoci mint tea, seporsi ketan susu dan seporsi biterballen. karena
kami pikir setelah diguyur hujan akan terasa nikmat jika meminum sepoci mint
tea, sebenarnya menu di rumah teh ndoro donker ini cukup variatif, ingin yang
dingin-dingin dan seger? Ada es teh dengan berbagai macam rasa buah, laper
berat karena hawa yang dingin? Jangan khawatir di tempat ini juga menyediakan
aneka makanan berat kok. Harganya juga sangat bersahabat semua menu dibanderoll
dengan harga 10.000 untuk teh per cupnya, 30.000-40.000 per pocinya, walaupun d
menu d klaim satu poci untuk empat cangkir namun percayalah, isinya lebih dari
itu.
Untuk tehnya lumayan lah rasa mintnya
lumayan nendang tapi si febri bilangnya rasanya kayak teh dikasih tola*ang*n. Mungkin
memang dia sedang masuk angin efek kehujanan tadi mungkin, begitu kata saya
dalam hati hehehe.
Secangkir Mint Tea dan Semangkuk Biterballen
Untuk si imut biterballen memang enyaak banget, garing di
luar tapi lembut di dalam, seperti lumer begitu si biterballen ini di dalam
mulut kita, sayangnya porsinya terlalu kecil bagi saya karena hanya berisikan
lima buah biterballen yang super unyu, hanya sebesar bakso ikan, jika saya
tidak ingat akan lingkar pinggang yang semakin lebar saya pasti akan memesan
porsi kedua
Untuk menu yang dipesan oleh Febri sepertinya dia agak
kurang beruntung karena mendapatkan ketan yang masih keras, walaupun waktu saya
cicipi rasanya lumayan enak tapi memang ada bagian tertentu yang alamak
kerasnya sampai saya tidak mampu mengunyahnya. Puk puk puk sabar ya Feb,
mungkin hari ini memang bukan hari terbaik kamu hehehhe
Ketan Susu yang Dipesan Febri
Kesimpulannya Rumah
Teh Ndoro Donker ini recommended untuk menghabiskan waktu bersama keluarga,
teman-teman atau berdua bersama gebetan, harga makanannya juga ramah di
kantong, pemandangannya bagus, jadi sambil ngeteh kita bisa puas berfoto di
hamparan kebun tehnya yang luas atau di beberapa spot foto yang disediakan di
kafe ini.
Alamat: Jl. Karangpandan-Ngargoyoso, Puntukrejo,
Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Jam buka: 10.00-19.00
Harga:
Mint Tea Rp 40.000/poci
Biterballen Rp 20.000/porsi
Ketan Susu Rp 15.000/porsi








Tidak ada komentar:
Posting Komentar